| BYD Racco. Foto : BYD JP |
AUTOHINT – BYD Racco mulai mencuri perhatian di Jepang setelah mencatat 1.002 pesanan hanya dalam dua pekan sejak resmi dipasarkan pada 28 Juli 2026. Mobil listrik mungil ini menyasar segmen kei car, kelas kendaraan yang selama ini didominasi pabrikan Jepang. Racco sendiri pertama kali diperkenalkan di Japan Mobility Show 2025 dan dikembangkan khusus untuk kebutuhan mobilitas perkotaan Jepang. Kini, BYD menargetkan 10.000 reservasi hingga akhir 2026, dengan sekitar 80 persen pemesan memilih varian tertinggi Racco 300 Premium.
Secara spesifikasi, BYD Racco memiliki dimensi 3.395 mm x 1.475 mm x 1.800 mm, wheelbase 2.520 mm, serta mampu membawa empat penumpang dengan bagasi 280 liter. Racco tersedia dalam tiga varian, yakni 200, 300 Plus, dan 300 Premium, dengan dua pilihan baterai LFP berkapasitas 22,4 kWh dan 35,84 kWh. Motor listriknya menghasilkan tenaga 47 kW (63 hp) dan torsi 160 Nm, dengan jarak tempuh mencapai 210–320 km. Fitur yang tersedia antara lain adaptive cruise control, autonomous emergency braking, layar 10,1 inci, serta pengisian cepat DC hingga sekitar 35,8 kW untuk varian 200 dan 49,7 kW pada varian baterai lebih besar.
Di Jepang, BYD Racco ditawarkan mulai 2,145 juta hingga 2,497 juta yen, atau sekitar Rp215–251 juta sebelum subsidi. Harga tersebut membuatnya cukup kompetitif melawan Nissan Sakura yang dibanderol mulai sekitar 2,45 juta yen. Untuk Indonesia, peluang Racco masuk memang terbuka karena BYD Indonesia sebelumnya menyebut model ini sangat mungkin dibawa ke Tanah Air. Namun, keputusan tersebut masih membutuhkan kajian karena Indonesia belum memiliki kategori kei car seperti Jepang. Jika benar masuk, Racco berpotensi menjadi pemain baru di segmen mobil listrik mungil perkotaan berkat dimensi kompak, pintu geser, serta jarak tempuh hingga 320 km.