Hybrid Biasanya Pakai Bensin, Ini Alasan Chery Pilih Diesel untuk Stockman

 

Chery Stockman

Hybrid Biasanya Pakai Bensin, Ini Alasan Chery Pilih Diesel untuk Stockman

AUTOHINT - Teknologi hybrid selama ini lebih identik dengan mesin bensin. Namun, Chery justru mengambil pendekatan berbeda lewat Stockman, pikap plug-in hybrid (PHEV) yang menggabungkan mesin diesel dengan motor listrik.

Pilihan tersebut bukan tanpa alasan. Chery merancang Stockman untuk pasar Australia yang memiliki karakteristik penggunaan kendaraan cukup berat. Selain digunakan untuk perjalanan jarak jauh, pikap ini juga dituntut mampu membawa muatan dan menarik trailer.

Chery Stockman dibekali mesin 2,5 liter turbo diesel yang bekerja bersama baterai LFP berkapasitas 34 kWh dan motor listrik. Kombinasi tersebut menghasilkan tenaga sistem hingga 350 kW atau sekitar 469 hp dengan torsi maksimum 800 Nm.

Untuk berkendara menggunakan tenaga listrik saja, Stockman diklaim mampu menempuh jarak hingga 96 km berdasarkan pengujian WLTP.

Secara prinsip, cara kerjanya tidak jauh berbeda dengan PHEV bermesin bensin. Saat baterai memiliki daya yang cukup, kendaraan dapat mengandalkan motor listrik untuk perjalanan harian.

Ketika kapasitas baterai mulai berkurang atau kendaraan membutuhkan tenaga lebih besar, mesin diesel akan ikut bekerja untuk memberikan tenaga tambahan.

Mengapa Chery Memilih Mesin Diesel?

Mengutip Chery Australia, Stockman memang tidak dirancang semata-mata sebagai kendaraan hybrid yang mengejar konsumsi bahan bakar sehemat mungkin.

Pikap ini lebih diarahkan sebagai kendaraan pekerja yang harus mampu menempuh perjalanan jauh, membawa beban, sekaligus menarik trailer. Di sinilah karakter mesin diesel dianggap masih memiliki keunggulan.

Mesin diesel dikenal memiliki torsi besar pada putaran mesin rendah dan tetap efisien ketika digunakan untuk bekerja dalam waktu lama. Karakter tersebut sesuai dengan kebutuhan kendaraan yang sering membawa beban berat atau menarik trailer.

Chery Stockman sendiri memiliki kemampuan towing hingga 3.495 kg dan dibekali tangki bahan bakar berkapasitas 80 liter.

Dalam kondisi baterai habis dan kendaraan harus menarik trailer berat dalam perjalanan panjang, mesin diesel dinilai lebih sesuai dibandingkan mesin bensin. Mesin diesel umumnya lebih efisien ketika bekerja di bawah beban tinggi dalam waktu lama.

Faktor lain yang tidak kalah penting adalah kondisi geografis Australia. Negara tersebut memiliki wilayah yang sangat luas dengan jarak antarkota yang jauh. Di sejumlah wilayah regional dan pedalaman, fasilitas pengisian daya cepat juga belum tentu mudah ditemukan.

Dengan tetap mempertahankan mesin diesel, Stockman tidak sepenuhnya bergantung pada infrastruktur charging. Kendaraan tetap dapat digunakan untuk perjalanan jauh meski baterainya tidak diisi dari sumber listrik eksternal.

Diesel Hybrid Punya Banyak Tantangan

Meski menawarkan kombinasi menarik, teknologi diesel hybrid sebenarnya bukan sesuatu yang populer di industri otomotif.

Ada sejumlah alasan yang membuat perpaduan mesin diesel dan sistem hybrid sulit menjadi pilihan utama.

Pertama adalah biaya. Mesin diesel sendiri umumnya memiliki harga produksi lebih tinggi dibandingkan mesin bensin. Ketika ditambah baterai berkapasitas besar, motor listrik, inverter, dan berbagai komponen PHEV lainnya, biaya produksinya tentu semakin tinggi.

Toyota bahkan pernah menyatakan pada 2008 bahwa kombinasi diesel dan hybrid terlalu mahal untuk diterapkan pada mobil penumpang. Konsumen pada akhirnya harus membayar tambahan biaya untuk teknologi diesel sekaligus sistem hybrid.

Kedua, keuntungan efisiensinya tidak selalu sebesar hybrid bermesin bensin. Mesin diesel sejak awal sudah dikenal memiliki efisiensi bahan bakar yang baik, sehingga potensi penghematan tambahan dari sistem hybrid bisa menjadi lebih kecil.

Tantangan berikutnya berkaitan dengan emisi.

Mesin diesel modern membutuhkan sistem pengendalian emisi yang cukup kompleks, salah satunya Diesel Particulate Filter (DPF). Komponen tersebut membutuhkan temperatur gas buang tertentu agar dapat bekerja secara optimal.

Di sisi lain, sistem hybrid sering mematikan mesin pembakaran ketika tenaga tidak dibutuhkan. Kondisi tersebut dapat membuat temperatur gas buang sulit dipertahankan pada tingkat yang ideal.

Chery Melihat Celah di Pasar Australia

Meski memiliki berbagai tantangan, Chery melihat kombinasi diesel dan elektrifikasi masih memiliki tempat, terutama untuk kendaraan pekerja seperti Stockman.

PHEV memungkinkan pengguna menikmati tenaga listrik untuk perjalanan sehari-hari, tetapi tetap memiliki kebebasan berkendara jarak jauh berkat mesin diesel dan tangki bahan bakar berkapasitas 80 liter.

Bahkan ketika tidak tersedia fasilitas pengisian daya, Stockman tetap dapat digunakan tanpa harus selalu mengisi baterai dari sumber listrik eksternal.

Konsep tersebut menjadi cukup relevan untuk konsumen di wilayah regional dan pedalaman Australia, yang memiliki kebutuhan perjalanan jauh sekaligus membutuhkan kendaraan dengan kemampuan towing besar.

Chery bahkan menjadikan sistem diesel PHEV sebagai salah satu pembeda Stockman di pasar dual-cab ute Australia.

Jika mampu membuktikan keandalannya di kondisi nyata, Chery Stockman bisa menjadi contoh bahwa mesin diesel dan elektrifikasi sebenarnya tidak harus saling bertentangan.

Kombinasi keduanya justru dapat menjadi solusi untuk kendaraan yang dituntut bekerja keras, membawa beban berat, dan tetap mampu menjelajah jauh tanpa terlalu bergantung pada infrastruktur pengisian daya.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama